Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs
Bukan sesuatu yang istimewa, hanya rangkaian kata sederhana
Rabu, 30 Juli 2014

Stranger Man



Dahulu aku mengenalmu. Dahulu aku dan kamu sering menciptakan tawa bersama. Dahulu kita pernah beriringan menapaki sebuah jalan bersama-sama. Dahulu kita memiliki tujuan yang sama. Betapa aku sangat bahagia saat kau menemaniku melewati bintang demi bintang setiap malamnya.

Aku tak ingin segalanya cepat berlalu. Namun waktu itu, aku tak sempat menghalau egoku. Seandainya dulu aku tak menuruti kebodohanku, mungkin saja kita masih menjadi orang yang sama. Aku kehilangan kamu. Genggamanmu lepas begitu saja ketika aku menahannya terlalu erat. Sayangnya, kesempatan tak pernah mengizinkanku untuk memulai segalanya lagi denganmu.


Aku yang salah, melepaskan kamu yang jelas-jelas mencintaiku. Aku yang bodoh, meninggalkan kamu yang begitu setia terhadapku. Aku yang terlalu kekanak-kanakan menghadapimu yang berusaha mempertahankanku.

Tapi Tuhan selalu baik padaku, memberikanku kesempatan untuk bertemu lagi denganmu. Aku dan kamu bertemu disebuah persimpangan ketika kita sama-sama sedang terluka. Namun ada yang berbeda denganmu. Kau berubah. Kau berbeda. Kau tak sama. Aku seperti tak mengenalmu. Aku sadar, betapa dulu aku telah menciptakan luka yang masih membekas hingga detik ini. Wajar jika kau masih menyimpan perih itu. Kau tak pernah salah, mungkin aku yang terlalu memaksa.

Tak seharusnya aku menginginkanmu untuk mengertiku seperti dulu kau mengertiku. Kini kau terlihat seperti orang asing bagiku. Kau seperti tak tersentuh olehku. Duniamu kini tak sama lagi. Nyatanya, selama jarak yang tercipta diantara kita mampu merubahmu menjadi sosok yang berbeda. Aku hanya mampu tertegun.

Aku memberanikan diri untuk memintamu kembali dalam pelukanku. Namun kau menolaknya secara halus. Aku hanya bisa mengepalkan kedua tanganku dengan gelisah, terdiam kaku ditempatku. Kau benar, waktu telah mengubah segalanya termasuk kamu dan cintamu. Tak semestinya aku mengemis padamu. Karena penyesalan selalu datang terlambat hingga kesempatan tak membiarkanku menjamah hidupmu lagi.

Maafkan aku.. maafkan aku..

0 komentar:

Posting Komentar